USAI BERCERAI - 10 OLEH : DEWI FATIMAH [Assalamu'alaikum. Maysa, dua pekan ke depan, Abang ada dinas luar. Jadi maaf, belum bisa mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. Atau, berkasnya Abang kasihkan ke Maysa aja? Biar enggak terlalu lama menunggu.] Aku mengirim pesan pada Maysa yang entah sedang apa. [Wa'alaikumussalam warahmatullah. Enggak usah, Bang. Insyaallah, saya masih bisa nunggu. Lagipula, kan Abang yang menceraikan saya.] Reflek, tanganku menekan dada. Nyeri. [Butuh segera?] [Lebih cepat lebih baik. Iya, kan?] Lebih cepat lebih baik, katanya .... Aku meletakkan ponsel di atas sofa, menghela napas berkali-kali, lalu mondar-mandir tak jelas depan televisi. Acara talkshow paling favorit tidak mampu mengalihkan pikiranku dari masalah ini. Duduk, kuraih ponsel, lalu mengetik. [Proses sidang bakalan ribet banget, May.] Send. Lalu mengetik lagi. [Atau gimana kalau kita balikan aja?] Send ..., batal. Send ..., batal. Bismillah .... Aku menghirup udara dalam-dalam seraya memej...